Konflik Sumber Daya dan Ecology Political War


Seiring bertambahnya jumlah manusia di dunia dari waktu ke waktu tentunya akan berdampak langsung pada SDA. Ketika manusia bertambah banyak, maka permintaan akan SDA juga akan mengalami peningkatan. Pada saat permintaan terkait akses terhadap SDA ini sebenarnya akan mendorong terjadinya konflik. Dari sinilah sedikit gambaran singkat mengenai istilah Green War. Definisi Green War sendiri adalah konflik yang muncul karena adanya perubahan lingkungan.

Menurut Le Billon dalam tulisannya “The Political Ecology of War: Natural Resources and Armed Conflicts” dijelaskan bahwa SDA baik SDA yang sifatnya telah langka maupun SDA yang masih melimpah keduanya dapat menjadi pemicu terjadinya konflik. Menurutnya, ketika SDA langka maka seseorang akan mencari daerah yang mempunyai SDA melimpah. Ketika mereka telah menemukan SDA yang melimpah, hal ini akan memicu konflik ketika mereka bertemu dengan penduduk asli dari SDA yang melimpah tersebut. Untuk SDA yang melimpah, hal ini juga memicu konflik karena ketika SDA melimpah semua orang akan berebut untuk memanfaatkan SDA tersebut. Jika dilihat dari akar permasalahan mengenai SDA ini, menurut Le Billon ada 3 gagasan utama yang mampu menjelaskan. Yakni :

  1. Pengaruh kolonial. Dalam hal ini, pengaruh kolonial terhadap Negara jajahan mereka menjadi pemicu konflik SDA saat ini. Disini Le Billon mencontohkan Indonesia yang pada saat itu dijajah oleh Belanda. Pada masa penjajahannya, Belanda berusaha mengatur SDA yang dimiliki oleh Indonesia. Salah satunya adalah mereka mengajarkan tentang pengolahan SDA yang terfokus pada satu bidang saja. Hal ini dilihat oleh le Billon sebagai salah satu pemicu konflik. Dia melihat bahwa ajaran tentang pengelolaan SDA yang terfokus pada 1 bidang saja telah turun temurun sampai sekarang. Le Billon melihat bahwa pengolahan SDA yang terfokus pada 1 bidang ini akan muncul ketika stok SDA telah menipis dan semua saling berebut untuk memperoleh akses terhadap SDA tersebut.
  2. Ekonomi Politik Domestik. Dalam hal ini tergantung dari kemampuan pemerintah setempat mengatur kondisi ekonomi dan politik domestic di suatu Negara. maksudnya adalah ketika pemerintah mampu menjaga kestabilan kondisi ekonomi politik di negaranya, maka konflik yang terjadi akan berkurang. Begitu juga sebaliknya ketika pemerintah tidak mampu menjaga kestabilan kondisi ekonomi politik di negaranya, maka konflik pun akan semakin sering terjadi.
  3. Kepentingan Elite. Konflik juga akan timbul ketika para elite baik elite swasta maupun pemerintah saling berebut akses terhadap suatu sumber daya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s